Februari 2020
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
242526272829  
Juni 14, 2024

PASUKAN GEGANA

BRIMOB UNTUK INDONESIA

Komandan Pasukan Gegana: Tradisi Bintra Untuk Menumbuhkan Kebanggaan dan Kecintaan Terhadap Kesatuan

Komandan Pasukan Gegana Brigjen Pol Edy Mardianto, S.H, M.Si , membuka secara resmi kegiatan pembinaan tradisi (Bintra) bagi Anggota Gegana, Bintra merupakan kewajiban bagi setiap anggota gegana sebagai masa orientasi tradisi masuk ke Kesatuan. Upacara dimulai dengan pelepasan pangkat oleh Danpas Gegana kepada perwakilan peserta bintra, (3/1/2020)

Nama Gegana berasal dari kata Gheghono merupakan bahasa Sansekerta yang berarti awang–awang, sesuai dengan tugas utamanya pada saat itu sebagai pasukan Anti Pembajakan Pesawat Udara (ATBARA). Pada saat acara peresmian Satuan Gegana, dipamerkan juga pakaian khusus pasukan Gegana yang berwarna hitam. Acara peresmian tersebut dihadiri pula oleh Komandan Pasukan Khusus Anti Teror Jerman. Naasnya, saat dilakukan peragaan ada dua orang anggota Gegana yang kehilangan tangannya akibat ledakan bom.

Awal mulanya lambang Gegana bukanlah burung walet namun “ kilat “ yang merupakan lambang “ Ranger ” namun pada saat Jenderal Polisi (Purn) Almarhum Anton Soedjarwo menjabat sebagai Kepala kepolisian Negara Republik Indonesia maka lambang Gegana diubah menjadi “ Walet Hitam” yang melambangkan sifat fisik dan mental anggota Gegana yang kuat dan kukuh dalam menghadapi hujan / panas tanpa kenal lelah dalam pelaksanaan tugas dilapangan.

Gegana memiliki moto “ Setia, Tabah, Waspada” dan moto pengabdian “Pengabdian yang paling membahagiakan dalam hidup ini ialah apabila kita berbuat sesuatu bagi bangsa dan Negara yang menurut orang lain tidak mungkin mampu kita lakukan” menjadi pedoman setiap anggota Gegana dalam tugas maupun di kehidupan sehari-hari.

Selama melaksanakan tradisi, tingkatkan selalau keimanan dan ketakwaan, sehingga terbangun mental dan moral yang baik. Bina terus kekompakan dan jiwa korsa melalui semangat keakraban dalam korps. Kecintaan dan kebanggan terhadap satuan harus yang dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang negatif. Jadilah prajurit yang profesional dan handal dengan senantiasa memelihara kamampuan jasmani dan selalu belajar serta berlatih. Penutupan bintra ditandai dengan pemasangan pin gegana.